Pemetaan perusahaan dan Strategi Marketing



1. Introduction

Persaingan dalam memperoleh market share dalam sebuah industri memiliki beberapa faktor penunjang dalam pencapaian targeting sebuah perusahaan. Porter mengungkapkan melalui teori 5 forces Model Theory yang menerangkan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam persaingan adalah pesaing.

Bagian ini perlu mendapat perhatian yang penting dalam penempatan segmenting, positioning, dan targeting dari setting goal yang ditetapkan oleh sebuah perusahaan. Sejauh mana agresifitas setiap perusahaan dalam mencapai target yang mereka tetapkan mempengaruhi tingkat elastisitas dari sebuah industri.
Inovasi produk dan marketing mix, merupakan salah satu bagian yang juga mempengaruhi aktivitas dalam sebuah industri. Sejauh mana banyak nya produk baru yang inovatif guna pencapaian market share yang lebih untuk pencapaian profitable yang lebih optimum.


2. Konseptualisasi Hubungan antara pesaing, new entry, dan new produk terhadap pesaing
Seperti yang telah dikemukakan pada awal pembahasan masalah ini, dalam Porter 5 forces Model terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perusaahaan dalam menentukan kebijakan nya berperan dalam sebuah industri.
Pesaing, new entry, dan new product adalah merupakan beberapa bagian yang memiliki kekuatan dalam bargaining position tertentu dalam penentuan sebuah kebijakan di perusahaan.


Pesaing adalah perusahaan lain selain perusahaan sendiri yang turut berperan dalam pencapaian market share dan profit yang optimum dalam sebuah industri. Pesaing memiliki bargaining position yang cukup kuat terhadap konsumen. Hal ini dapat di lihat apabila kualitas dan kuantitas yang ditawarkan oleh pesaing dalam memasarkan produk nya lebih baik, maka bisa saja menjadi market leader dalam industri.
Agresifitas pesaing dan kebijakan yang ditempuh dalam memasarkan produk nya, dapat dijadikan tolak ukur bagi perusahaan dalam menentukan kebijakan perusahaan. Kebijakan tersebut dapat bersifat defensive (bertahan_, counter attack, ataupun melakukan maneuvers setiap kali pesaing melakukan kegiatan dalam memasarkan produknya.


New Entry adalah pemain baru ataupun perusahaan baru yang mencoba untuk ikut ambil bagian dalam perolehan market share dalam suatu industri tertentu dimana produk yang ditawarkan sejenis dengan yang sedang berlaku di pasar (market). Kedudukan new entry atau perusahaan baru ini, dapat menjadi ancaman (threat) bagi pemain lama yang telah berkompetisi di industri.


New product (produk baru) yang dihasilkan oleh perusahaan adalah merupakan salah satu strategi manajemen dan kebijakan bisnis yang dilakukan perusahaan dalam memenangkan kompetisi. Produk baru yang dihasilkan ini dapat menjadi bagian dari difrensiasi dari produk yang telah ada sebelumnya, ataupun merupakan sebuah diversifikasi.
New produk yang ditawarkan oleh perusahaan terkadang muncul dalam saat bersamaan, sehingga bargaining position setiap perusahaan terhadap konsumen sama kuat. Sejauh mana besarnya inovasi produk sesuai dengan selera konsumen, dan daya tarik dari setiap produk baru yang ditawarkan dapat mempengaruhi keputusan membeli konsumen.


Promosional adalah merupakan salah satu bagian dari strategi maketing yang merupakan salah satu motor bagi perusahaan untuk mencapai profit yang optimum di industri.
Kebijakan perusahaan dalam melakukan promosi dapat bersifat agresif, di mana promosi yang dilakukan gencar, atau pun defensive, yang lebih bersifat menunggu aktifitas dari pesaing, new entry, ataupun produk baru yang akan ditawarkan.


Dalam pencapaian setting goal perusahaan, ada beberapa aspek yang dilakukan. Antara lain melalui media iklan, sponsorship, direct marketing, dan event organizer.
Promosi sebagai instrument perusahaan dalam pencapaian targeting optimum yang dilakukan. Strategi yang dilakukan dapat bersifat agresif ataupun defensive. Kedua strategi promosi yang dilakukan oleh setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung kebijakan bisnis masing-masing perusahaan.


Promosi merupakan segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non-personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Tujuan promosi ini dapat digolongkan sebagai berikut :

Pertama, periklanan informatif diadakan secara besar-besaran pada tahap awal tertentu suatu produk dengan tujuan membentuk pertama.
Kedua, periklanan persuasif penting untuk dilakukan dalam tahap persaingan dengan maksud membentuk permintaan selektif atas suatu merek.
Ketiga, iklan pengingat sangat penting untuk produk yang sudah mapan. Maksudnya untuk mengingatkan orang-orang bahwa mereka telah melakukan pilihan yang benar.


Pesaing melakukan direct marketing dalam memasarkan produknya dan melakukan beberapa event-event yang diharapkan dapat meraih konsumen tertentu dalam segmenting dan positioning. Event yang digunakan sebagai sarana pengenalan produk ke pasar dan dapat melihat sejauh mana antusiasme konsumen terhadap brand image perusahaan dan produk yang ditawarkan.


New Entry atau pesaing baru yang mencoba berkompetisi dalam sebuah industri untuk memperoleh market share melakukan diferensiasi produk dari pemain lama, agar barang yang dipasarkan dengan mudah dapat dibedakan citra (image) nya ketika dipasarkan. Hal ini juga dapat mendukung dalam penetapan brand image yang positif bagi para pemain baru (New Entry)


New product (produk baru) yang ditawarkan ke pasar haruslah memiliki nilai guna, fungsi, dan inovasi tersendiri. Hal ini dapat mencegah dan berkurangnya turn over barang yang telah dipasarkan, sehingga dapat mengurangi cost. Produk baru yang inovatif dan memiliki daya guna yang efektif dan efisien cenderung akan memperoleh respon positif dari konsumen