Seru nya pertarungan bisnis Telekomunikasi


Perkembangan bisnis telekomunikasi di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dampak dari perkembangan teknologi yang sporadis dan cepat menjadi faktor penunjang nya. Kita sekarang dihadapkan segala sesuatu yang praktis dan sangat mudah untuk mengaksesnya.
On line Banking, Tracking on shipping, internet, semua nya mengarah ke arah mudah tidak nya untuk di akses.

Salah satu hal yang saat ini marak di dunia bisnis Indonesia adalah perkembangan para provider pada sarana telekounikasi, baik yang berbasis CDMA maupun GSM.


Bisnis Telekomunikasi saat ini sangat lah variatif, sebut saja beberapa raksasa bisnis telekomunikasi di Indonesia seperti Telkom, Indosat, yang merupakan market leader di bisnis ini. Mereka menawarkan layanan jaringan yang luas, mudah untuk di akses, yang bertujuan untuk mencapai Costumer Satisfaction.

Para market Leader ini tentu telah melakukan beberapa research terkait untuk menemukan apa yang menjadi Costumer needs, sehingga dapat memberikan dampak positif (superior costumer Value)pada setiap lini produk nya.

Namun, dalam beberapa kurun waktu terakhir, ada perubahan yang cukup signifikan pada arena pertarungan bisnis telekomunikasi di Indonesia. Strategi pemasaran yang dilakukan cukup menarik. Frontal assault dengan mengedepankan kelebihan produk sendiri, dan mendeskripsikan bahwa produk mereka lebih superior menjadi wacana head to head battle di antara provider telekomunikasi di Indonesia. Seru juga sih ... mellihat bagaimana antara provider yang satu dengan lain nya saling meng"kampanyekan" superioritas mereka dari produk yang lain. Mungkin mereka meng claim, bahwa masing-masing adalah provider terbaik.

Media massa, seperti iklan pada televisi dijadikan motor untuk menjalankan strategi ini. Ke unikan pun dapat di lihat, di mana new entrants pada lini bisnis ini melakukan hal yang sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh "pendahulunya". Pendatang baru ini mungkin dapat menjadi potencial threats yang harus diantisipasi oleh para market leader. Mungkin saja dengan strategi Guerilla yang digunakan dan terus melakukan continuous improvement sesuai dengan kebutuhan konsumer, dapat mengambil market share dari para market leader.

Dengan strategi frontal assault ini, mungkin dapat membuat berkurang nya consumer loyalty dan retention pada produk yang ditawarkan. Mengapa ... ? hal ini dapat saja menyebabkan konsumer dapat memilih lebih dari satu jenis provider untuk memenuhi kebutuhan nya. contoh : apabila konsumer ingin ber SMS ria, dia tinggal memilih mentari, ngobrol murah malam hari pilih simpati, bicara sejaman pilih esia (CDMA), atau pun untuk CDMA murah per detik pilih Telkom Flexi.

Consumer loyalitas yang mengarah kepada retention pada produk dapat di bangun apabila, produsen dapat melibatkan konsumer terhadap rasa memiliki (sense of belonging) atau pun dapat menempatkan brand mereka ke dalam posisi heart share di benak konsumen.

Dalam melakukan agresifitas dalam memasarkan produk nya, Apakah hal ini etis ...?

Etis atau pun tidak tentu saja kembali kepada bagaimana cara pandang dari provider itu sendiri, dan tentu saja para Consumer sebagai salah satu stake holder perusahaan.