Marketing Politik
Seru nya pertarungan pilkada jakarta terlihat dari begitu ramai nya pertandingan adu pamer kekuatan massa dan iklan di dunia politik. Yah, tentu saja hal ini sangat berdampak positif bagi para petarung nya untuk mendapatkan posisi gunernur yang hadiah nya adalah proyek-proyek pembangunan jakarta yang berlimpah ruah dengan materi.
Bagaimana cara memenangkan nya tentu pare elite politik dan para pendukung partai nya mempunyai strategi tertentu untuk melakukan koalisi internal maupun eksternal melalui bargaining antar partai politik. Tapi, salah satu faktor yang paling mendasar adalah bagaimana mendapatkan share minds nanti dari para pemilih nya. Tentu saja dalam hal ini adalah rakyat jakarta sebagai pemilih.
Rakyat Jakarta memiliki porsi bargaining dalam kompetisi dalam pilkada ini. Terlepas dari manuveur-manuveur politik yang dilakukan dalam pertarungan kancah politik. Bagaimana cara mendapatkan mind share ini, tentu pertanyaan klise ini gampang-gampang susah untuk di jawab.
Salah satu faktor yang dapat dijadikan instrument dalam mengukurnya, adalah bahwa manusia adalah merupakan makhluk yang memiliki rasa dan pola pikir. Faktomendasar yang dapat mempengaruhi tindakan seseorang antara lain :afeksi, kognisi. 2 faktor mendasar ini mempengaruhi latar belakang seseorang dalam melakukan tindakan. Kognisi adalah berupa pola pikir, ide, maupun gagasan, sedang kan afeksi berdasarkan perasaan. Apa yang menjadi latar belakang kognisi ataupun afeksi seseorang dalam suatu kondisi dapat mempengaruhi tindakan yang akan dia buat.
Marketing menjadikan faktor tersebut sebagai pola Consumer Behaviour (perilaku konsumen). Consumer Behaviour ini dijadikan sebagai landasan dalam menentukan strategi apa yang sesuai dengan pola yang diinginkan konsumer, atau istilah keren nya consumer mind's. Jika seorang marketers mengetahui jenis dan karakter target market yang akan di eksekusi, maka dia akan dengan mudah dalam menjalankan program nya dalam pencapaian tujuan yang diharapkan.
Kembali ke dalam pilkada tersebut, Fauzi Bowo sebagai salah satu kandidat dalam pilkada tersebut mengetahui bagaimana karakter masyarakat Jakarta. Dalam hal ini dapat di lihat dari iklan politik di mana beliau menempatkan beberapa karakter warga Jakarta. Dengan sugesti yang diberi latar belakang Megawati sebagai pendukung nya, hal ini merupakan salah satu somasi langsung bagi calon pemilih yang menggambarkan bahwa beliau adalah merupakan salah satu kandidat yang credible.
Kembali ke lap top ... Marketing Politik tentu saja menjadi salah satu faktor pendukung untuk mensukseskan target poitik yang ingin di capai. Bagaimana memenangkan mind's share dari para calon pemilih nya. Mengenali dan memberikan gambaran tentang image yang menjadi kandidat adalah salah satu pertarungan yang harus dilakukan. Seperti sebuah brand dalam produk, maka diperlukan brand equity agar dapat terbentuk opini masyarakat yang positif tentang kandidat yang akan mereka pilih.
Dalam hal ini brand adalah kandidat, daya tahan brand dalam consumer tergantung dari bagaimana profil brand yang dipromosikan. Apakah brand tersebut memiliki image yang baik atau buruk di benak konsumen nya. Bagaimana mengkomunikasikan brand tersebut harus dapat disesuaikan dengan karakteristik dan pola konsumen yang menjadi target market nya.
Analisa market ini perlu dilakukan agar dapat mencapai sasaran yang tepat. Analogikan anda seorang konsumen, bagaimana anda memilih sebuah brand jika brand tersebut dalam mengkomunikasikan nya tidak sesuai dengan apa yang menjadi kesengangan dan apa yang ada di benak anda, atau bagaimana anda dapat mengenali seseorang jika anda tidak mengetahui pola pikir dan bahasa yang digunakan. Inti nya adalah kenali lah terlebih dahulu target market anda, apa yang menjadi kebiasaan mereka, bagaimana pola perilaku mereka, bagaimana mereka merespon terhadap stimulus yang mereka peroleh, maka anda akan dapat mengambil perhatian bahkan target anda akan memilih apa yang ditawarkan.
Dalam marketing politik ini, tidak jauh dengan apa yang dihadapi oleh marketers pada umum nya. Memenangkan pertarungan, memenangkan mind's share, bahkan heart share dari target market nya. Untuk itulah diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai.





