Brand Color Strategy



Di era teknologi dan informasi saat ini, over load information bagi konsumer dapat menyebabkan dampak menurun nya brand awareness di mata konsumer. Mengapa?
1. Ruangan di sekitar kita saat ini terdapat beberapa informasi baik produk maupun hal-hal tertentu yang sekedar menginformasikan maupun mengigngatkan kita terhadap sesuatu hal, sebut saja jadwal kegiatan anda mungkin, list tertentu yang ingin anda beli atau peroleh(faktor ini dapat di jadikan sebagai faktor internal yang terdekat dengan kita)
2. Setiap sudut di mana pun kita berada, di jalan, di kantor, di sekolah, bahkan di kendaraan masing-masing, brand berbagai produk berbicara dengan sendiri nya, hal ini dapat mempengaruhi konsumer secara tidak langsung (brand awareness)
3. Iklan media massa seperti televisi, radio, bahkan bentuk terpadu saat ini adalah melalui media SMS sangat memberikan dampak yang signifikan terhadap banyak nya
informai produk yang setiap hari kita konsumsi

Sejauh mana brand suatu produk mendapat tempat dalam perhatian kita?


Marketing strategy adalah merupakan salah satu motor bagi perusahaan untuk melakukan market development dan customer development. Marketing strategy yang umum di kenal adalah:
1. Product
2. Price
3. Place
4. Promotion
Keempat hal tersebut lebih kita kenal melalui bauran pemasaran atau Marketing mix (4 P's).

Brand adalah merupakan sebagian kecil dalam pengembangan bauran pemasaran tersebut yang terintegrasi melalui bauran promosi, bentuk lain nya adalah marketing communication. Brand dapat merupakan pencitraan dari suatu produk yang dapat memberikan implikasi terhadap positioning atau position suatu produk. Kedua hal tersebut dapat di nilai dari perceptual map melalui customer value analysis.

Untuk itulah penentuan brand yang tepat harus dilakukan karena dengan brand dapat melakukan proses transportasi pesan produk yang terjalin antara persepsi konsumer - persepsi perusahaan - dan evaluasi terhadap apa yang dikomunikasikan oleh perusahaan terhadap sebuah produk diinterpretaikan (diterjemahkan) sama dengan konsumer yang di bidik.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan warna. Mengapa?

Sebelum melakukan segmenting, targeting, dan positioning, perusahaan tentu telah melakukan research analysis terhadap jenis konsumer yang akan dipilih. Warna adalah merupakan salah satu cerminan kepribadian individu (Schiffman & Kanuk, consumer behaviour, 2006) yang perlu diperhatikan. Hal ini perlu dilakukan agar identitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan terhadap target market nya tepat sasaran, di mana konsumer merasa memiliki dan merasa bagian dari produk yang akan dia gunakan.

Berikut adalah beberapa karakter warna yang diidentifikasikan terhadap perilaku individu.

Meyerson

Red evokes aggressiveness, passion, strength, vitality. In business, it is great for accents and boldness, stimulates appetites, is associated with debt.

Pink evokes femininity, innocence, softness, health. In business, be sure you're aware of its feminine implications and associations.

Orange
evokes fun, cheeriness, warm exuberance. In business, it's great to highlight information in graphs and on charts evokes positivity, sunshine and cowardice. In business, it appeals to intellectuals and is excellent for accenting things. Too much is unnerving.

Green evokes tranquility, health, freshness. In business, its deep tones convey status and wealth; its pale tones are soothing.

Blue evokes authority, dignity, security, faithfulness. In business, it implies fiscal responsibility and security. Plus it is universally popular.

Yellow is an optimistic color that almost always evokes a positive response. Yellow gets you motivated; it stimulates creative and intellectual energy; it's cheerful and easygoing.

Purple evokes sophistication, spirituality, costliness, royalty and mystery. In business, it's right for upscale and artistic audiences.

Brown evokes utility, earthiness, woodsiness and subtle richness. In business, it signifies less important items in documents.

White evokes purity, truthfulness, being contemporary and refined. In business, it enlivens dark colors and can be refreshing or sterile.

Gray evokes somberness, authority, practicality and a corporate mentality. In business, it is always right for conservative audiences.

Black evokes seriousness, distinctiveness, boldness and being classic. In business, it creates drama and is often a fine background color.

Sciffman & Kanuk

Blue : Commands respect, authority
Yellow : Caution, novelty, temporary, warmth
Green : Secure, natural, relaxed or easy going, living things
Red : Human, exciting, hot, passionate, strong
Orange : Powerful, affordable, informal
Brown : Informal and relaxed, masculine, nature
White : Goodness, purity, chastity, cleanliness, delicacy, refinement, formality
Black : Sophistication, power, authority, mystery
Silver, Gold, platinum : Regal, wealthy, stately

Dengan adanya pemilih warna yang tepat terhadap suatu brand tertentu, maka tingkat brand awareness konsumen terhadap produk akan tinggi. Pencitraan warna produk dengan komposisi warna yang menarik perhatian dapat mendrive konsumen untuk memilih produk berdasarkan kepribadian nya.

Contoh:
Cocacola, Marlboro memilih warna merah, sesuai dengan tag word dan jenis iklan yang menggambarkan human, exciting, hot, passionate, strong.

More about brand colour

http://www.rtpcompany.com/products/color/consistent.htm
Arruda
ta Coen
http://www.sensationalcolor.com/content/category/4/45/153/