Sudut mata




jauh sudah melangkah melewati lembah, jurang, gunung, laut dan samudera
letih sudah telapak kaki untuk menapak
bilur dan ara kini menggelayut raga yang terbelenggu, menghujani jiwa yang kini kehilangan arah
mata-mata elang pemangsa menatap liar dan tajam, seakan ingin segera menelan dan membantai semua penghalang terhadap buruan nya
jiwa-jiwa yang terbelenggu

mengapa kau tawarkan keindahan semu ini saat ku menderita
mengapa kau ambil keindahan ini saat ku menikmatinya

hari ini matahari mengintip manja dari peraduannya
mengajak merpati berdansa diantara balutan jubahnya yang menyinari bumi yang menggigil
bintang yang mewarnai pekat nya malam menggantikan surya kencana yang kini menawarkan harapan baru

mengapa kau tawarkan keindahan semu ini saat ku menderita
mengapa kau ambil keindahan ini saat ku menikmatinya

tawa canda dan derita adalah penggalan kehidupan yang menghiasi bingkai kehidupan
hari terhiasi alunan kehidupan yang memainkan irama nya dengan dendang bersahaja
memanipulasi kan semua nya dalam ke semuan
semua tertawa, semua menangis
apa yang kau beri adalah apa yang kau terima
aku, kau, dia, mereka, ... tertawa dan menari dalam sudut mata dunia yang terbentang luas

mengapa kau tawarkan keindahan semu ini saat ku menderita
mengapa kau ambil keindahan ini saat ku menikmatinya