elegi
dan ku lihat mata mu ber kaca
setitik air mata mengalir dari kelopak mata mu yang teduh
guratan di kening mu melukiskan sesuatu yang membebani asa mu
apa yang sedang kau rasakan?
tak kah kau ketahui bumi ini kan ber semi ketika melihat diri mu tersenyum
tak kah kau mengerti bahwa setiap tawa yang kau bawa, bahagia kan setiap insan manusia
apakah yang sedang menggelayuti pikiran mu
apakah gerangan yang telah mencuri senyum itu
ingin kembali kurasakan hangat nya tubuh mu dalam pelukan ku
terlelap dan menggeliat saat dingin malam menyelimuti
ingin kembali kudengarkan desah nafasmu di telinga ku
mendesah dalam romansa yang tak dapat kulukiskan dalam kata-kata
di mana kah kau sekarang berada
apakah sukma mu masih terpasung dalam keheningan
buka lah pintu hati mu
tinggalkan semua nya dalam kenangan
karena pengembaraan kita masih panjang
lingkaran waktu akan mengukir segala nya
canda tawa, perih dan duka
kan terpatri dalam pesona Nya
hapus lah
merajut kembali dengan langkah ter tatih
adalah sesuatu yang menyesakkan
tapi ingat lah
hujan kan turun membasahi kemarau yang kering
pelangi kan datang mengawali reda nya hujan
aku kan ada setiap saat kau butuh kan





