Marketing dan customer



Seorang teman menayakan," apa lagi yang dapat kulakukan untuk membantu mu?", lalu sang teman tersebut menjawab, "wah, sepertinya udah ga ada lagi. semua sudah dapat kutangani sendiri."


Pertanyaan seperti tersebut sangat lah riskan bagi seorang marketer, di mana antara dia dan customer nya telah mencapai jalan buntu, dan dapat berakibat fatal akan menjadikan hubungan yang kurang harmonis.
Customer relationship marketing adalah merupakan sebuah proses di mana seorang marketers harus dapat menjalin hubungan yang baik dengan customer nya. Mengenali customer dan memahami perilaku dan kesukaan mereka adalah merupakan faktor mutlak yang harus dijalankan.

Akio Morita, mantan CEO Sony mengungkapkan, bahwa konsumen tidak mengetahui apa yang mereka butuhkan, kami dapat menciptakan nya. Se jalan dengan pernyataan tersebut, dalam bisinis handphone dan elctronic, kita dapat melihat di mana para produsen dapat menstimulasi sebuah trend produk yang menjadi kebutuhan yang harus di penuhi.
Nokia menjadi salah sat pioneer handphone yang berhasil menerapkannya. Nokia berhasil menciptakan image sebuah barang tertiers menjadi hampir kebutuhan sekunder bahkan hampir menyentuh ambang primer.

Innovasi produk baru, tools baru, technology baru, akan dapat menjadi awal terjadi nya customer relationship marketing yang continuous, di mana para customerlah nanti nya yang akan mendatangi perusahaan untuk mengetahui bagaimana cara mengaplikasikan produk dengan optimal, produk apa yang sesuai dengan kebutuhan dan profile penggunanya.

Peranan marketing dalam menstimulasi respon ini harus lah pro active, di mana harus tanggap terhadap needs, wants, yang merupakan demands, bagi perusahaan untuk dipenuhi. Jika hal ini dapat diciptakan, maka margin profits perusahaan akan bertambah, seiring dengan performance perusahaan pada sebuah pasar kompetisi