Penari


Hari itu saat matahari mulai meredup
diantara temaram surya yang tersipu malu
diantara semilir angin yang bertiup
Aku diam terpana melihat dunia tertawa

Di sini kutemukan
senyum indah menawan terbalut kasih
Dari bibir yang tipis yang indah
merah merekah laksana delima yang ranum

sebersit bayangan di antara keramaian
menari indah liuk kan tubuh nya
hati meregang, nafas tertahan
tatkala tubuh itu meliuk dengan gemulai

sang waktu pun seakan ikut menghantar
jiwa-jiwa yang tertawan
dalam balutan gelora
hasrat menggelora sang pria

hei engkau sang penari
jangan hentikan nyanyian mu
jangan biarkan kami kembali
terendap dalam kesunyian hati